RSS

Peraturan Pemerintah

PP No.71 Tahun 2010 perubahan atas PP No.24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan

PP No. 71 Tahun 2010 (download)
Dengan diterbitkannya PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan maka PP No. 24 Tahun 2005 dinyatakan tidak berlaku lagi. PP No. 71 Tahun 2010 mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan berbasis akrual.
Dalam UU 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 1 angka 13, 14, 15, dan 16, dapat dilihat bahwa definisi pendapatan dan belanja negara/daerah berbasis akrual karena disana disebutkan bahwa : Pendapatan negara/daerah dalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih dan Belanja negara/daerah adalah kewajiban pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih. Namun kita diperkenankan untuk transisi karena saat itu praktik yang ada adalah dengan menggunakan basis kas, dimana pendapatan dan belanja diakui saat uang masuk/keluar ke/dari kas umum negara/daerah. Dispensasi ini tercantum dalam Pasal 36 ayat 1 UU 17 Tahun 2003 yang intinya ketentuan mengenai pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual dilaksanakan selambat-lambatnya dalam 5 (lima) tahun, artinya sampai dengan tahun 2008. Untuk masa transisi itulah PP  24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah terbit, dimana kita memakai basis Kas Menuju Akrual (Laporan Realisasi Anggaran berdasarkan basis kas, Neraca berdasarkan basis Akrual). Dalam pelaksanaan PP  24 Tahun 2005 tersebut hingga Laporan Keuangan Pemerintah tahun 2008 selesai diaudit di tahun 2009, ternyata opini yang didapat pemerintah saat itu masih menyedihkan. Untuk itulah, Pemerintah akhirnya berkonsultasi dengan Pimpinan DPR, dan disepakati bahwa basis akrual akan dilaksanakan secara penuh mulai tahun 2014.
Pada tahun 2010 terbit PP 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah sebagai pengganti PP 24 tahun 2005. Diharapkan setelah PP ini terbit maka akan diikuti dengan aturan-aturan pelaksanaannya baik berupa Peraturan Menteri Keuangan untuk pemerintah pusat maupun Peraturan Menteri Dalam Negeri untuk pemerintah daerah. Ada yang berbeda antara PP 71 tahun 2010 ini dengan PP-PP lain. Dalam PP 71 tahun 2010 terdapat 2 buah lampiran. Lampiran I merupakan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual yang akan dilaksanakan selambat-lambatnya mulai tahun 2014, sedangkan Lampiran II merupakan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis Kas Menuju Akrual yang hanya berlaku hingga tahun 2014. Lampiran I berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat segera diterapkan oleh setiap entitas (strategi pentahapan pemberlakuan akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri), sedangkan Lampiran II berlaku selama masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk menerapkan SAP Berbasis Akrual. Dengan kata lain, Lampiran II merupakan lampiran yang memuat kembali seluruh aturan yang ada pada PP 24 tahun 2005 tanpa perubahan sedikit pun.
Perbedaan mendasar dari sisi jenis laporan keuangan antara Lampiran I dan Lampiran II adalah sebagai berikut:

Lampiran I

  • Laporan Anggaran (Budgetary Reports): Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
  • Laporan Keuangan (Financial Reports): Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan

Lampiran II

  • Laporan terdiri dari Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan
Dengan perbedaan jenis Laporan Keuangan yang akan dihasilkan, otomatis penjelasan pada setiap Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) yang terkait dengan masing-masing Laporan Keuangan akan mengalami perubahan.
Perbedaan daftar isi pada Lampiran I dan Lampiran II adalah sebagai berikut:

Lampiran I

  • Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
  • Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP):
    • PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan;
    • PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas;
    • PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas;
    • PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan;
    • PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan;
    • PSAP Nomor 06 tentang Akuntansi Investasi;
    • PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap;
    • PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan;
    • PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi Kewajiban;
    • PSAP Nomor 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi yang Tidak Dilanjutkan;
    • PSAP Nomor 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian.
    • PSAP Nomor 12 tentang Laporan Operasional.
Lampiran II
  • Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
  • Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP):
    • PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan;
    • PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran;
    • PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas;
    • PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan;
    • PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan;
    • PSAP Nomor 06 tentang Akuntansi Investasi;
    • PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap;
    • PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan;
    • PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi Kewajiban;
    • PSAP Nomor 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa;
    • PSAP Nomor 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian;
Kedua daftar isi hampir serupa karena memang kebijakan yang diambil oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah saat mengembangkan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual ini adalah dengan beranjak dari PP 24 tahun 2005 yang kemudian dilakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap PP 24 tahun 2005 itu sendiri. Dengan strategi ini diharapkan pembaca PP 71 tahun 2010 nantinya tidak mengalami kebingungan atas perubahan-perubahan tersebut karena lebih mudah memahami perubahannya dibandingkan jika langsung beranjak dari penyesuaian atas International Public Sector of Accounting Standards (IPSAS) yang diacu oleh KSAP.
 
Semoga Bermamfaat..
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/06/2014 in Uncategorized

 

Berbagi tentang Pacaran

 

Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.

Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina

Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating. Namun lambat laut akan janjian kencan. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32). Asy Syaukanirahimahullah menjelaskan, “Allah melarang mendekati zina. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini.”[1] Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.

Kedua:  Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan

Padahall Allah Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.” (QS. An Nur: 30). Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”[2]

Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.”[3] Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat, namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).

Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina

Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.[4]

Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini, bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran-pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami, maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami, judi islami, arak islami, dan seterusnya.

Menikah, Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih

Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

« لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ »

Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.[5]

Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Namun ingat, syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda[6]barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”[7] Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Yahya bin Syarf An Nawawirahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.[8] Itulah yang lebih tepat.

Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. Ingatlah, bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. Ibnul Qayyim rahimahullahmengatakan, “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan.”[9]

Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta

Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah.

Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah.

Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”[10]

Kedua: Banyak memohon pada Allah

Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)

Ketiga: Rajin memenej pandangan

Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya. Mujahid mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah.”[11]

Keempat: Lebih giat menyibukkan diri

Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Ia berkata, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[12]

Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan

Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran.”  Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.” Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.[13]

Created by :
Muhammad Abduh Tuasikal

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18/07/2011 in Uncategorized

 

Tulisan Hati dan Pikiran..

Dalam artian umum, kita sebut saja.. “Suatu rasa ingin berbagi dan peduli yang ada pada setiap manusia itulah CINTA !! ”

Setiap orang memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda-beda tentang arti kata ini.

Menurut kamu.. Apa itu CINTA ??

Seseorang yang saling mencintai dan menyayangi kan berbuat suatu hal yang dapat menghibur dan menyenangkan hati keduanya.

Kalo dipikir-pikir..

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu…

Akan tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

“CINTA itu bagai film India.. Dimana ada suka dan duka, setia dan mendua, percaya dan dusta, bahagia dan kecewa, marah dan canda, tertawa ria karna gembira, rela dan terpaksa, dan menangis karna terluka.”

Berikut beberapa analisa ttg CINTA :

  • Suka + Canda + Setia + Bahagia
  • Suka + Canda + Marah + Mendua + Dusta + Duka
  • Suka + Duka + Canda + Tertawa + Marah + Setia + Bahagia
  • Suka + Terpaksa + Marah + Menangis + Duka
  • Suka + Canda + Gembira + Setia + Percaya + Rela + Bahagia/Kecewa

Ayoo… Dipilih… dipilih.. Jangan sampai salah pilih !!

Tak dapat dipungkiri, semua rasa diatas sangat erat dengan yang namanya CINTA.

Hanya diperlukan waktu sedetik untuk mengingat seseorang, semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Itu semua adalah Antara Ada dan Tiada..!!

Suka + Canda + Setia + Bahagia

  • Hubungan bermula dengan rasa saling mencinta yang dipenuhi canda tawa disertai dengan setia dan moga-moga kan berakhir bahagia…   

Suka + Canda + Marah + Mendua + Dusta + Duka

  • Awal cinta karna suka, disertai canda marah itu biasa tergantung juga orangnya.. Jika jenuh mencoba mendua sudah pasti adanya dusta.. Kemungkina besar hubungan itu kan berujung duka..   

Suka + Duka + Canda + Tertawa + Marah + Setia + Bahagia

  • Awal yang indah dengan saling berbagi baik suka maupun duka, dibarengi dengan canda tawa walaupun kadang-kadang marah itu biasa.. Tetap mencoba tuk saling setia yang pastinya kan berakhir bahagia. 

Suka + Terpaksa + Marah + Menangis + Duka

  • Suka karna cinta, bisa juga karena terpaksa.. Tergantung sebabnya kenapa !! Mencoba tuk marah tanpa salah dan menangis tanpa sebab.. Kalo ditanya akhir?? Terpaksa dengan duka itu mank saudara sepupu..😀  

Suka + Canda + Gembira + Setia + Percaya + Rela + Bahagia/Kecewa

  • Umumnya jika seseorang memulai pasti karna adanya rasa suka kan lebih lengkap dengan adanya canda antara kedua dan berusaha tuk saling setia, percaya dan yakin baik dari sikap maupun kata-kata.. Lama-lama rela dengan apa yang diminta dan berharap semuanya kan baik2 saja dan kan bertahan walau apapun yang terjadi… Ada pertemuan dan ada perpisahan, ada awal ada juga akhirnya !! Bagaima pendapat anda dengan hubungan yang seperti ini..??Kalo saya pribadi, hubungan ini kan berakhir 50-50, bias jadi bahagia bias juga nangis keringat..😉

Jaman2 Belanda dulu…

Cinta bisa diartikan “Suatu rasa tuk menyayangi, berkorban tuk memiliki, berjanji tuk tidak mengingkari dan berbuat dengan sepenuh hati.

Dibanding dengan sekarang… Kita bisa melihat dan merasakan sendiri perbedaannya !!

Sebagai contoh.. Dengan berlandaskan kata CINTA… Seseorang kan mencoba apa yang belum dirasa, jalani apa yang ada, berkata dengan suka-suka (serasa awan jadi warna merah muda, dunia pun jadi milik berdua😀 )

                                                         CINTA + CINTA

JADIAN

PACARAN

                                                              BELAJAR

Cinta (pacaran) itu mengajarkan kebaikan dan cinta itu pula mengajarkan keburukan.

 

Karna cinta seseorang kan saling peduli, dan dengan cinta juga seseorang kan merasa bahagia serta karna cinta juga seseorang bisa membenci..

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Berikut beberapa dampak positif dan negatifnya dalam kehidupan sehari-hari..

Sebagai contoh mudahnya, antara lain :

Dampak positif :

  • Mencoba (Belajar) untuk lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi sebuah masalah
  • Belajar untuk berubah kearah yang lebih baik lagi
  • Belajar dengan tekun ( penuh semangat) karna didasari dukungan dari seorang pacar
  • Mencoba (Belajar) apa yang belum pernah dicoba

Dampak Negatif :

  • Berusaha (Belajar) jujur kepada pacar tapi malah sering berbohong kepada orang tua, saudara dan teman (mungkin sebelumnya kita sangat jarang berbohong kpd orang tua,…..)
  • Sering membantah/melanggar aturan dalam keluarga, dikarenakan kepentingan sepihak (pacar)
  • Mencoba/berusaha (Belajar) membenci bahkan melupakan seseorang (baik itu teman atau lainnya)   hanya demi mengikuti kemauan sepihak (pacar)

Itu adalah sedikit dari sekian banyaknya… Penuh dengan Belajar..!!

Apa yang kita lakukan semua pasti akan ada akibatnya…

Yang terpenting adalah bagaimana kita kan menghadapi akibat tersebut 🙂

So, bagi saya pribadi.. CINTA itu adalah

BELAJAR

Bagaimana menurut kamu..🙂

Warning

Bagi siapa saja yang membaca catatan ini, mohon maaf jika ada kata2 yang tidak mengenakan dihati. atau barangkali tidak sependapat !! Note ini cuma sekedar share aja..!! dan cuma sebatas alir hembusan pikiran.

Hak cipta dilindungi..😀 Mengetik apa yang tersirat dan melihat apa yang dibuat..😀

To be Continued…

Sumber : hati-pikiran

 

                                                                                              Created by :

                                                                                           Azhar Agastya

Cinta antara aku, kau, dia, mereka dan kita..!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18/07/2011 in Uncategorized

 

Friendship and Romance

Apa itu Sahabat…
Apa itu Pacar…
Sebagian orang lebih memilih cinta ketimbang sahabat adalah karna Pacar itu bisa jadi seperti sahabat, sedangkan seorang sahabat itu tidak bisa jadi seperti seorang pacar..

Cinta itu bisa membuat kita :
 Setia
 Bahagia
 Mendua
 Suka
 Duka
 Terluka
 Kecewa
 Dusta
 Canda
 Ria
 Gembira
Teman itu bisa membuat kita :
 Selalu ada
 Setia
 Canda Tawa
 Gembira
 Bahagia
 Suka
 Duka
 Ria
 Kecewa
 Terluka
 Dusta

Keduanya hampir serupa, tapi tanpa disadari..
Cinta adalah perusak utama sebuah persahabatan.

Hidup ini pilihan kawand,
Jika seseorang memilih cinta, bersiaplah hilang kawan daripadanya, begitu juga sebaliknya. Setiap orang pasti menginginkan jalinan yang baik dengan keduanya???
Tapi Sadarlah, ada salah satu yang terluka dan kecewa diantaranya.
Dari kedua akibat tersebut , Cuma ada 1 perbedaan yang sangat kita butuhkan?
Yaitu, teman itu selalu ada, baik kita sedang suka maupun duka???

Hidup tanpa Cinta bagaikan Taman tanpa Bunga
Hidup Tanpa Teman Bagaikan Angan yang takkan jadi Nyata.
Dengar dan rasakan Kawand, Semua keputusan ada di tangan kita, Tentukan pilihanmu..

Ada yang bilang, taman tanpa bunga kan tetap keliatan Indah, akan tetapi jika angan yang takkan jadi nyata, hiduplah di dunia maya selamanya..
Sekarang pikirkan, seberapa pentingkah seorang teman itu, dan juga seberapa penting cinta (pacar) untuk kamu..
Khusus tuk teman-teman cewe, Hati-hati dalam memilih.. Kalian diciptakan mempunyai resiko lebih berat daripada cowo??
Cita-cita dan kerja bisa kita bilang masa depan tuk kita semua??
Tapi, tuk seorang cewe, kehormatan juga syarat utama untuk menentukan masa depan kalian.
Ingatlah kawand, Setiap orang yang kita temui atau ketahui, belum tentu semuanya bisa dianggap teman, tentukanlah yang mana yang pantas kita sebut atau kita anggap sebagai seorang Teman.

amico di un amico è eterna ed è qualcosa di molto importante nella nostra vita…

Sebaik-baiknya seorang teman, adalah selalu peduli dan mengajarkan hal yang baik tuk kita dalam semua hal. Tapi, sebaik-baiknya Pacar, adalah selalu pengen yang terbaik, dan tentunya peduli dan mengajarkan hal yang baik pula tuk kita… tapi jangan pernah pungkiri, kalau seorang pacar juga mengajarkan hal yang buruk walau hanya sebatas tuk kepentingan berdua..sebaik2 pacar sekali pun?? Jika diantara kamu belum merasa, tunggulah waktunya kan segera tiba. Pleaseee… Don’t Say no about that !!!

Kita takkan pernah tau sebelum mencoba ataupun punya fakta, tapi yang bisa buat kita percaya hanyalah sebuah pengalaman yang ada dan jika kita sudah pernah merasa.
Jagalah segala ucapan dan perkataanmu kawand, karna setiap kata-kata yang kita keluarkan itu adalah cerminan dari kita sendiri. Dari kata-katalah orang bisa dengan mudah mempersepsikan.. Siapa dan bagaimanakah kita !!!

Jika kamu pengen mendapat teman dan pacar yang baik dan setia???
Terimalah seseorang itu apa adanya, karna tiada satupun diantara kita ada yang sempurna. Cintai dan sayangilah dia tanpa mengharap dan memandang sesuatu dari dia.. Biarlah hati yang bicara !!! Dasari semua tindakanmu itu dari hati..

Follow all that with ur Conscience.. That’s far be better for you !!! Coz…The Heart will never lie…

Jangan pernah menilai seseorang itu dari sisi luarnya, tapi nilailah seseorang itu dari hatinya.
Handled all the problems with a smile.. I know It’s difficult?? But, I’m sure..U can do it.

Jangan bersedih kawand, jangan memendam sebuah masalah, karna itu kan menjadi beban tersendiri tuk kita. Tapi, berbagilah dengan orang lain, Kita hidup tak sendiri..
Jadilah diri sendiri dan mintalah saran atau pendapat kepada orang, sesudah itu kamulah yang memutuskannya. Dijamin, kamu pasti kan merasa lebih baik. Believe or not..That’s Factually.

Raih dan gapailah apa yang belum kamu kamu punyai.. Serta syukurilah apa yang telah kamu miliki..
Jangan menjadi sok dan sombong dengan apa yang ada pada diri kita. Dunia itu berputar .. ada saatnya kita diatas dan juga sebaliknya.
Jangan pernah menyia-nyiakan apa yang telah kamu punya, serta jagalah orang yang selalu peduli dan orang yang selalu ada dikala tiada..

Teman atau Cinta

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 06/07/2010 in Uncategorized

 

Friends Reisser’s

be a nice friend…

if  we can make / doing to better, why we ought not to doing that !!!!

If u dont know what’s life, welcome to my life …

Life without the love, as park without the flower …

Let by gones, be by gones. for me, Honesty is the key of the successful..

Believe or not, try it . .

Dont ever forgotten, what have been for u… ur last story,  Family and friends is my spirit .. !!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20/04/2010 in Uncategorized